Faktor Penentu Kenaikan Harga Emas

Penentu pertumbuhan harga emas Beberapa faktor telah dianalisis sebagai penyebab kenaikan harga emas. Faktor utamanya adalah hukum permintaan-penawaran; Dimana ketersediaan emas di alam terbatas dan permintaan emas di pasaran selalu meningkat. Variabel lain yang menyebabkan harga emas naik:

Harga Minyak Dunia Faktor Penentu Kenaikan Harga Emas

Jika harga minyak dunia naik, masyarakat dunia mencari emas sebagai lindung nilai. Pasalnya, jika terjadi inflasi tinggi, maka diyakini emas dapat mencegah inflasi.

Nilai dolar: Dolar dan euro adalah mata uang yang sangat berpengaruh dalam sistem ekonomi dunia. Jika nilai dolar melemah terhadap euro, orang memburu emas sebagai lindung nilai.

Nilai rupiah: Kenaikan harga emas akibat penurunan nilai rupiah hanya berlaku di Indonesia. Harga emas ditentukan oleh pasar dunia yang menggunakan mata uang dollar, sehingga jika rupiah turun maka harga emas akan naik.

Inflasi Tak Terduga: Harga emas tercermin dalam ekspektasi masyarakat terhadap tingkat inflasi saat ini. Emas biasanya dicari saat kondisi ekonomi sedang bergejolak dan tidak menentu. Inflasi hanya mengurangi nilai uang kertas, tetapi tidak pernah mengurangi nilai emas.

Biasanya, setiap negara mengumumkan perkiraan inflasi. Misalnya, pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwa inflasi adalah 6 persen. Tapi situasi di tengah jalan mungkin berbeda. Jika inflasi melonjak 12 persen, harga emas juga akan naik.

Naiknya harga emas dunia

Kepanikan finansial: Depresi Hebat, yang melanda Amerika Serikat pada 1930-an, membuat uang kertas tidak berharga dan meningkatkan nilai emas. Ketika Indonesia mengalami krisis keuangan pada tahun 1998, harga emas melonjak tajam. Pada tahun 2008, AS mengalami krisis keuangan dan harga emas melonjak tajam.

Peristiwa geopolitik dan krisis politik global: Pada 11 September 2001, gedung WTC diserang di New York, bursa saham WTC runtuh. Harga emas terjadi pada saat itu. Perang Iran-Irak pada 1980-an juga mendorong kenaikan harga minyak, menghasilkan harga emas yang lebih tinggi.

Permintaan emas untuk cadangan devisa: Jika nilai tukar sedang kacau, bank sentral biasanya akan memperkuat cadangan emasnya. Jika bank memperkuat cadangan emas mereka, keseimbangan emas akan berubah. Apalagi jika yang bermain adalah negara dengan cadangan devisa yang besar.

Konsumsi Emas Dunia: Negara-negara dengan populasi besar, seperti China dan India, merupakan negara yang penduduknya gemar menyimpan emas, sehingga permintaan emas selalu meningkat.